Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 02 Oktober 2016

Hubungan Film Ex Machina dengan IMK

Film “Ex Machina” dan Keterkaitan dengan Mata Kuliah Interaksi Manusia dan Komputer

Ex machina adalah sebuah film yang membahas tentang seorang manusia  (programmer handal) bernama Nathan yang berhasil membuat robot buatannya. Suatu ketika, seorang programmer bernama Caleb memenangkan sebuah  kompetisi di perusahaan mesin pencari bernama “Bluebook”. Caleb diharuskan tinggal bersama Nathan dan caleb harus membantu Nathan mengamati riset penelitiannya. Awalnya Caleb tidak setuju, namun dengan dibujuk oleh Nathan akhirnya Caleb mau untuk ikut serta dalam riset Nathan yang bernama ”Tes Turing”.
Nathan memperlihatkan robot buatannya kepada Caleb yang bernama Ava. Ava adalah sebuah robot yang mirip dengan manusia, karena Ava bias berbicara, berfikir, berjalan layaknya manusia. Awalnya Caleb tak percaya bahwa Ava seorang robot, namun saat ia berbicara kepada Ava, ia pun percaya bahwa Ava itu robot. Semua pemvbicaraan Ava dan Caleb, Nathan mengetahuinya. Ternyata, Ava bias mematikan listrik kapanpun ia ingin, dan ia mematikan listrik saat berbicara kepada Caleb dan memberi tahu bahwa Nathan itu bukan orang baik. Ava berfikir, jika ia mematikan listriknya, Nathan tidak akan mengetahui dan tidak akan terekam dalam CCTV. Calebpun mulai penasaran dan mencari tahu tentang itu, ia pun pergi ke ruang riset Nathan untuk mengetahui semuanya. Nathanpun juga membuat robot lain yang diperkenalkan ke Caleb, yaitu Kyoko. Namun, Kyoko tidak bisa berbicara, ia hanya dapat bergerak, menari, dan mempunyai seksualitas layaknya manusia.
Caleb merasa kagum dan tertarik kepada Ava, begitupun sebaliknya. Ia melihat Ava seperti manusia sungguhan saat Ava memakai baju manusia. Saat Caleb mengetahui kalau Nathan pernah membuat riset yang gagal dan memiliki niat tidak baik, iapun teringat dengan kata-kata Ava. Iapun mulai menemui Ava dan berbicara dengan Ava, kalau ia harus mematikan listriknya saat pukul 22.00, agar ia dan Ava bisa pergi dari rumah Nathan. Iapun membuat rencana akan membuat Nathan hilang kesadaran saat jam 22.00, namun sepertinya Nathan mengetahui semua rencana Caleb dan Ava. Namun sebelum itu, Caleb sudah berhasil mengubah seluruh program rencana Nathan.
Kyoko dan Ava pun bertemu untuk yang pertama kalinya, mereka merasa benar-benar seperti robot terkurung dan ingin berusaha pergi dari rumah Nathan. Merekapun membuat rencana membunuh Nathan. Saat Nathan mengetahui mereka bertemu, Nathan langsung mematahkan tangan Ava, dan dari belakang Natham, Kyoko menusuk Nathan dengan pisau dan Nathan seketika langsung memukul Kyoko. Nathan dan Kyokopun tewas. Avapun menyusuri semua ruangan dirumah Nathan, dan ia mengetahui kalau Nathan membuat robot manusia yang lebih sempurna darinya. Avapun meninggalkan Caleb terkunci dirumah Nathan, padahal rencana awal mereka adalah pergi dari rumah Nathan secara bersama. Avapun merubah dirinya menjadi layaknya manusia dan pergi dari rumah Nathan saat itu juga.

Kesimpulannya : Hubungannya dengan interaksi manusia dan komputer adalah manusia bisa berinteraksi dengan computer dengan sebuah alat/program. Jika kita ingin membuat alat/robot harus lebih teliti dan berhati-hati. Jangan sampai alat ciptaan kita sendiri lebih pintar dari pembuatnya. Jika membuat alat/robot dengan tujuan positif maka hasilnya akan positif juga, namun sebaliknya jika negatif.

Rabu, 11 Mei 2016

Cita-Cita

Assalamualaikum..
Hai Bloggers, and Hai Pak Tito..

  Saya ingin menuliskan cita cita saya setelah menulis kuliah. Pertama kali saya sd, saya ingin bercita-cita sebagai guru, karena waktu sd yang hanya saya tau cita-cita itu hanya seorang dokter, guru, polisi, perawat, pilot. Setelah saya menginjak di bangku SMA, saya bercita cita menjadi "dokter gigi" atau "arsitektur". Saya ingin bercita-cita menjadi seorang dokter gigi karena iniin membantu orang-orang yang bermasalah dengan giginya, terutama keluarga saya, yang sering sekali mengeluh sakit karna sakit gigi. Namun di samping itu, saya juga ingin bercita-cita menjadi arsitektur. Karena saya ingin mendesain dan merancang sendiri untuk rumah masa depan saya, dan merenovasi rumah untuk orang tua saya tinggal nanti.
   Namun, saat saya telah lulus SMA dan ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, saya tidak di terima di PTN pilihan saya untuk jurusan arsitektur dan dokter gigi. Saya pun sempat kecewa dan sedih, namun saya harus tetap bangkit untuk ke depan. Dan akhirnya, saya memilih di Univ. Gunadarma. Awal masuk gunadarma saya ingin sekali masuk arsitektur ubtuk mewujudkan cita-cita saya, Namun karna waktu itu saya tidak buru-buru untuk mendaftar dan lebih memilih menunggu pengumuman SBMPTN yang saya harapkan akan diterima di PTN, jadi saya tidak mendaftar terlebih dahulu untuk jurusan arsitektur. Saat pengumuman SBMPTN tiba, dan saya tidak di terima, saat itu juga saya langsung ke gunadarma kalimalang untuk mengambil jurusan arsitektur. Namun, keberuntunganpun tidak berpihak kepadaku. Kuota pendaftaran untuk jurusan arsitektur sudah penuh. Saya pun meminta saran dari teman-teman saya, harus mengambil jurusan apa di gunadarma. Dan salah satu teman saya mengusulkn,saya masuk jurusan Sistem Informasi (SI) yang saya sendiripun belum tahu apa itu Sistem Informasi.
   Sayapun langsung mendaftar jurusan SI dan orang tua sayapun setuju saja. Saya berusaha mencari tahu apa itu SI, apa yang saya akan pelajari dan bagaimana metode pembelajarannya. Dan sampai sekarang, saya tahu bagiamana perkuliahan SI. Untuk saat ini, jika mengikuti jejak jurusan SI yang saya ambil, cita-cita saya ingin menjadi Database Administrator (DBA), yaitu sesorang yang ahli dalam menangani database. Karena menurut saya pribadi, saya lebih bisa dalam database di banding dalam web, php, atau yang lainnya. Saya akan terus berusaha untuk mencapai cita-cita dan tak lupa dengan di iringi doa dan tawakal. Menjadi seorang DBA itu tidak mudah, butuh keahlian dan kecermatan dalam menangani database. Sayapun akan terus berusaha untuk mencapai cita-cita saya di awal yaitu menjadi Arsitektur. Semoga saya bisa mencapai cita-cita saya yaitu seorang DBA atau Arsitektur.

Sabtu, 16 April 2016

Tugas 2

Nama : Indri Wulandari
NPM : 15114326
Kelas : 2KA20

      ITIL (Information Technology Infrastructure Library)

ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya. ITIL memberikan deskripsi detil tentang beberapa praktik (TI) penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi (TI). Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan).
·         Sejarah ITIL
Menurut Addy (2007, pXXXVIII), Information Technology Infrastructure Library (ITIL) pertama kali muncul pada akhir tahun 80an. Central Computer and Telecommunication Agency (CCTA) yang merupakan bagian dari departemen pemerintahan Inggris, dengan biaya IT sebesar 9 miliar pound, mendapatkan tekanan besar untuk dapat mengurangi biaya tersebut secara signifikan. CCTA memutuskan efisiensi besar merupakan salah satu cara potensial untuk mengurangi biaya tersebut. Akhirnya mereka menciptakan sebuah linkungan yang berfokus pada proses dan efisiensi untuk pengembangan sebuah kerangka kerja yang saat ini dikenal sebagaiTechnology Infrastructure Library (ITIL).
 Pada tahun 90an banyak perusahaan besar dan agen pemerintahan di Eropa mulai mengadopsi kerangka kerja ITIL ini sebagai dasar dalam operasional IT. ITIL mulai menyebar secara luas dan dengan cepat menjadi standar de factountuk manajemen layanan IT. Pada awalnya ITIL adalah serangkaian lebih dari 40 buku pedoman tentang pengelolaan layanan IT yang terdiri dari 26 modul. Perpustakaan besar pertama ini juga dikenal sebagai ITIL 1.0. Antara 2000 dan 2004 disebabkan oleh peningkatan pelayanan yang berkesinambungan dan adaptasi terhadap situasi saat ini dalam lingkungan (TI) modern ITIL 1.0 di rilis besar dan digabungkan menjadi delapan inti manual: ITIL 2.0. Pada awal musim panas 2007 ITIL 3.0 diterbitkan. Ini didirikan struktur yang sama sekali baru. Ini terdiri dari tiga bidang utama:
1.        ITIL Core Publikasi
2.        ITIL Pelengkap Bimbingan
3.        ITIL Web Support Services

·         Tujuan ITIL
Tujuan Information Technology Infrastructure Library (ITIL) adalah untuk menyediakan petunjuk untuk praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi informasi. Ini mencakup pilihan yang dapat diapdopsi dan diadaptasi oleh organisasi berdasarkan kebutuhan bisnisnya, keadaan, dan kedewasaan dari penyedia layanan.
·         Konsep ITIL
ITIL (Information Technology Infrastructure Library) merupakan metodologi yang memberikan panduan best practice bagi IT Service Management dalam membantu menghubungkan IT dengan kebutuhan pelayanan bisnis dan juga sebaliknya. ITIL memberikan pengaruh kepada manajemen termasuk di dalamnya manajemen orang dan proses, efektifitas teknologi, serta efisiensi dan ekonomis dalam memberikan pelayanan bisnis dengan service level yang telah disetujui bersama (antara IT dengan bisnis).
IT berbasis ITIL manajemen infrastruktur dapat menjadi khusus kompleks untuk bisnis apapun, dan sering domain dari bisnis IT-centric terbesar seperti Microsoft , Hewlett-Packard dan IBM , bersama dengan perusahaan besar lainnya di ritel, keuangan, farmasi, hiburan dan manufaktur. ITIL adopsi dan pemeliharaan biasanya membutuhkan terlatih dan bersertifikat ahli untuk membimbing perusahaan dan staf TI. pembangunan berkelanjutan untuk ITIL telah dipegang Axelos, sebuah perusahaan joint-venture yang diciptakan oleh Kantor Kabinet Inggris dan Kapita PLC. Versi terbaru dari ITIL dirilis pada bulan Juli 2011 dan sering disebut ITIL 2011. Ini menjelaskan dan memperluas banyak proses dari edisi sebelumnya 2007, sering disebut versi 3 atau ITIL v3.
Pada 30 Juni 2007, OGC (Office of Government Commerce) menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:

1)      Service Strategy
Inti dari ITIL Service Lifecycle adalah Service Strategy. Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle. Topik-topik yang dibahas dalam tahapan lifecycle ini mencakup pembentukan pasar untuk menjual layanan, tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal, aset-aset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy, di samping topik-topik di atas adalah:
·         Service Portfolio Management
·         Financial Management
·         Demand Management
Bagi organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI. Bagi organisasi TI yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di organisasinya, serta untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.
2)      Service Design
Agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya. Ruang lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan. Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:
a.       Service Catalog Management
b.      Service Level Management
c.       Supplier Management
d.      Capacity Management
e.       Availability Management
f.       IT Service Continuity Management
g.      Information Security Management
h.      Service Transition

3)      Service Transition
Service transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang dirubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation. Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
a.       Transition Planning and Support
b.      Change Management
c.       Service Asset & Configuration Management
d.      Release & Deployment Management
e.       Service Validation
f.       Evaluation
g.      Knowledge Management

4)      Service Operation
Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI. Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
a.       Event Management
b.      Incident Management
c.       Problem Management
d.      Request Fulfillment
e.       Access Management

5)      Continual Service Improvement
Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle. Sebuah perusahaan yang mengimplementasi ITIL secara nyata tentunya mendapat banyak sekali keuntungan, misalnya, pelayanan IT menjadi lebih fokus kepada departemen lainnya di dalam satu perusahaan, biaya lebih efisien dan dapat diatur dengan baik, serta perubahan-perubahan IT yang dapat lebih mudah untuk diatur, dan masih banyak keuntungan lainnya yang pada akhirnya akan berdampak pada income perusahaan itu sendiri.
Framework ITIL dikembangkan sejak 1980-an oleh Office of Government Commerce (Departemen Perdagangan) Inggris sebagai guidance bagi organisasi/perusahaan di sana. Pertengahan 1990-an, ITIL diakui dunia menjadi standar de facto di bidang service management. ITIL menyediakan sekumpulan best practice yang lengkap dan konsisten untuk ITSM, serta mempromosikan pendekatan kualitas untuk mencapai efektivitas dan efisiensi organisasi dalam penggunaan sistem informasi. ITIL mencakup 8 aspek, yakni: dukungan layanan, delivery, rencana pengembangan, manajemen infrastruktur TI, manajemen aplikasi, perspektif bisnis, manajemen sekuriti, dan manajemen aset software.
Saat ini ITIL telah memiliki paket materi dan menyediakan kursus pelatihan, ujian dan sertifikasi. Sebagai sebuah framework, ITIL telah memasuki versi terbaru, yaitu ITIL V3 – Service Life Cycle.
Menurut Santosh Nair, Direktur Birlasoft, sebelumnya Birlasoft menggunakan beragam perangkat help desk. Hanya saja, perangkat itu fungsinya terbatas. Semisal, tidak cocok (compliant) dengan proses ITIL; fitur IT Asset Management tidak tersedia sehingga sulit melacak aset; tidak ada fitur untuk persetujuan proses; keterbatasan dalam hal Service Level Agreement ataupun Change Management; tidak ada mesin alur kerja untuk mengotomasi proses; hingga terbatasnya fungsi pelaporan dan notifikasi e-mail. “Semua itu menyebabkan banyak kerja manual, informasi pengguna tidak terlacak secara akurat, kesulitan untuk cocok dengan ITIL dan lisensi software. Akibatnya, ada ketidakpuasan dari para pelanggan dan staf administrasi TI,” ungkap Nair.

Manfaat ITIL dengan menyediakan pendekatan sistematis untuk manajemen layanan TI dan ITIL dapat membantu sebuah perusahaan dalam cara :
·         Mengurangi biaya.
·         Peningkatan layanan TI melalui penggunaan proses-proses praktek terbaik yang telah terbukti.
·         Meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pendekatan yang lebih profesional untuk pelayanan standar dan pedoman.
·         Meningkatkan produktivitas.
·         Meningkatkan penggunaan keterampilan dan pengalaman.
·         Meningkatkan penyampaian layanan pihak ketiga melalui spesifikasi ITIL atau ISO 20000 sebagai standar untuk pengiriman layanan pengadaan jasa.
https://mumtazgalery.wordpress.com/2013/12/11/apa-sih-it-infrastruktur-library-itil-itu/
http://satryaadipratama.blogspot.co.id/2010/08/technology-infrastructure-library-itil.html


Jumat, 18 Maret 2016

Tugas 1

Indri Wulandari
Npm : 15114326
2KA20
Manajemen Layanan SI/TI


·      Sistem Informasi Manajemen ( SIM )
Sistem memiliki istilah dimana adanya sistem pada manusia maupun mesin yang terpadu guna menyajikan informasi untuk mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi yang menggunakan hardware dan software komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah database.
Manajemen mencakup beberapa proses seperti perencanaan, pengawasan, pengarahan, pengorganisasian dan lain-lain, dalam ruang lingkup suatu organisasi.
Informasi adalah suatu data yang kemudian diolah sedemikian rupa sehingga memiliki nilai lebih dan berguna. Bisa disimpulkan bahwa SIM merupakan suatu sistem yang mengolah serta mengorganisasikan beberapa data maupun informasi yang bermanfaat guna mendukung pelaksaan tugas dala mruang lingkup organisasi.
·      Sistem Informasi ( SI )
Sistem Informasi adalah sebuah fakta, kejadian, statistik, maupun bentuk data lainnya yang bisa dipahami serta memiliki arti sehingga bisa bermanfaat bagi pihak yang bersangkutan guna keperluan tertentu. Namun, data pada umumnya harus diolah terlebih dahulu hingga menjadi informasi yang bisa lebih mudah kita pahami.
·         Teknologi Informasi ( TI )
Teknologi Informasi merupakan sekumpulan teknologi berbasis komputer yang digunakan oleh manusia untuk bekerja dengan informasi dan mendukung pemenuhan kebutuhan informasi dan pemrosesan informasi suatu organisasi. Bisa disederhanakan sebagai berbagai teknologi yang membantu pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi/analisis) serta komunikasi.

·         Keterkaitan SIM dengan Layanan SI/TI
Ketiganya memang memiliki fungsi serta pengertian berbeda namun berperan penting dalam fungsinya. Bisa kita lihat dimana Layanan Sistem Informasi yang perannya mengumpulkan berbagai macam informasi penting guna pemenuh kebutuhan dalam sebuah organisasi sehingga bisa berjalan dengan lancar. TI pun memiliki peran penting dalam SIM yakni TI bisa dipergunakan dalam cakupan proses manajemen seperti perencanaan, pengendalian, serta pengambilan keputusan karena TI bisa kita gunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memproses (manipulasi/analisis), serta komunikasi dan penyebaran informasi. Jadi , demikian keterkaitan antara SIM dengan Layanan SI/TI.

ITSM (Information Technology Service Management
Manajemen Layanan Teknologi Informasi) adalah suatu metode pengelolaan sistem teknologi informasi (TI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis perusahaan. ITSM merupakan kebalikan dari pendekatan manajemen TI dan interaksi bisnis yang terpusat pada teknologi. Istilah ITSM tidak berasal dari suatu organisasi, pengarang, atau pemasok tertentu dan awal penggunaan frasa inipun tidak jelas kapan dimulainya.
ITSM berfokus pada proses dan karenanya terkait dan memiliki minat yang sama dengan kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses (seperti TQM, Six Sigma,Business Process Management, dan CMMI). Disiplin ini tidak memedulikan detail penggunaan produk suatu pemasok tertentu atau detail teknis suatu sistem yang dikelola, melainkan berfokus pada upaya penyediaan kerangka kerja untuk menstrukturkan aktivitas yang terkait dengan TI dan interaksi antara personel teknis TI dengan pengguna teknologi informasi.
ITSM umumnya menangani masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang disebut operations architecture, arsitektur operasi) dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya, proses pembuatan perangkat lunak komputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini, melainkan sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan bisnis di perusahaan perangkat lunak-lah yang merupakan fokus perhatiannya. Banyak pula perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel, dan pariwisata, yang memiliki sistem TI yang berperan penting, walaupun tidak terpapar langsung kepada konsumennya.
Sesuai dengan fungsi ini, ITSM sering dianggap sebagai analogi disiplin ERP pada TI, walaupun sejarahnya yang berakar pada operasi TI dapat membatasi penerapannya pada aktivitas utama TI lainnya seperti manajemen portfolio TI dan rekayasa perangkat lunak
Kerangka kerja (framework) yang dianggap dapat memberikan contoh penerapan ITSM di antaranya:
·         Information Technology Infrastructure Library 
·         Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT)
·         Software Maintenance Maturity Model
·         PRM-IT IBM's Process Reference Model for IT
·         Application Services Library (ASL)
·         Business Information Services Library (BISL)
·         Microsoft Operations Framework (MOF)
·         eSourcing Capability Model for Service Providers (eSCM-SP) dan eSourcing Capability Model for Client Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing Management.


Six Sigma 
Six Sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management ( TQM ), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan mehilangkan biaya. Six sigma juga disebut sistem komprehensive - maksudnya adalah strategi, disiplin ilmu, dan alat - untuk mencapai dan mendukung kesuksesan bisnis. Six Sigma disebut strategi karena terfokus pada peningkatan kepuasan pelanggan, disebut disiplin ilmu karena mengikuti model formal,yaitu DMAIC ( Define, Measure, Analyze, Improve, Control ) dan alat karena digunakan bersamaan dengan yang lainnya, seperti Diagram Pareto(Pareto Chart) dan Histogram. Kesuksesan peningkatan kualitas dan kinerja bisnis, tergantung dari kemampuan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah. Kemampuan ini adalah hal fundamental dalam filosofi six sigma.
Six Sigma merupakan pendekatan menyeluruh untuk menyelesaikan masalah dan peningkatan proses melalui fase DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). DMAIC merupakan jantung analisis six sigma yang menjamin voice of costumer berjalan dalam keseluruhan proses sehingga produk yang dihasilkan memuaskan pelanggan.
·         Define adalah fase menentukan masalah, menetapkan persyaratan-persyaratan pelanggan, mengetahui CTQ (Critical to Quality).
·         Measure adalah fase mengukur tingkat kecacatan pelanggan (Y).
·         Analyze adalah fase menganalisis faktor-faktor penyebab masalah/cacat (X).
·         Improve adalah fase meningkatkan proses (X) dan menghilangkan faktor-faktor penyebab cacat.
·         Control adalah fase mengontrol kinerja proses (X) dan menjamin cacat tidak muncul.

Ø  Sejarah
Carl Frederick Gauss (1777-1885) adalah orang yang pertama kali memperkenalkan konsep kurva normal dalam bidang statistik. Konsep ini kemudian dikembangkan oleh Walter Shewhart pada tahun 1920 yang menjelaskan bahwa 3 sigma dari nilai rata-rata (mean) mengindikasikan perlunya perbaikan dalam sebuah proses.
Pada akhir tahun 1970, Dr. Mikel Harry, seorang insinyur senior pada Motorola's Government Electronics Group (GEG) memulai percobaan untuk melakukan problem solvingdengan menggunakan analisa statistik. Dengan menggunakan cara tsb, GEG mulai menunjukkan peningkatan yang dramatis: produk didesain dan diproduksi lebih cepat dengan biaya yg lebih murah. Metode tersebut kemudian ia tuliskan dalam sebuah makalah berjudul "The Strategic Vision for Accelerating Six Sigma Within Motorola" Dr. Mikel Harry kemudian dibantu oleh Richard Schroeder, mantan exekutive Motorola, menyusun suatu konsep perubahan manajemen ( change management ) yang didasarkan pada data. Hasil dari kerja sama tersebut adalah sebuah alat pengukuran kualitas yg sederhana yg kemudian menjadi filosofi kemajuan bisnis, yg dikenal dengan nama Six Sigma.

Ø  Perbedaan Sig Sixma Dengan Total Quality Management ( TQM )
Thomas Pyzdek, seorang konsultan implementasi Six Sigma dan penyusun buku "The Six Sigma Handbook", pada bulan Februari 2001, menjelaskan adanya perbedaan penting antara Six Sigma dan TQM yaitu, TQM hanya memberikan petunjuk secara umum (sesuai dengan istilah manajemen yang digunakan dalam TQM). Petunjuk untuk TQM begitu umumnya sehingga hanya seorang pemimpin bisnis yang berbakat yang mampu menterjemahkan TQM dalam operasional sehari-hari. Secara singkat, TQM hanya memberikan petunjuk filosofis tentang menjaga dan meningkatkan kualitas, tetapi sukar untuk membuktikan keberhasilan pencapaian peningkatan kualitas
Kemudian konsep Total Quality Control, pada tahun 1950, menunjukkan bahwa kualitas produk bisa ditingkatkan dengan cara memperpanjang jangkauan standar kualitas ke arah hulu, yaitu di area engineering dan purchasing. Akan tetapi ada beberapa kelemahan yang muncul pada pelaksanaan Total Quality Control yaitu :
1.     Terlalu fokus pada kualitas dan tidak memperhatikan isu bisnis kritis lainnya.
2.     Implementasi Total Quality Control menciptakan pemahaman bahwa masalah kualitas adalah masalahnya departemen Quality Control, padahal masalah kualitas biasanya berasal dari ketidakmampuan departemen lain dalam perusahaan yg sama.
3.     Penekanan umumnya pada standar minimum kualitas produk, bukan pada bagaimana meningkatkan kinerja produk.
Six Sigma dalam pelaksanaannya menunjukkan hal-hal menjadi solusi permasalahan di atas :
1.     Menggunakan isu biaya, cycle time dan isu bisnis lainnya sebagai bagian yg harus diperbaiki.
2.     Six sigma tidak menggunakan ISO 9000 dan Malcolm Baldrige Criteria tetapi fokus pada penggunaan alat untuk mencapai hasil yg terukur.
3.     Six sigma memadukan semua tujuan organisasi dalam satu kesatuan. Kualitas hanyalah salah satu tujuan, dan tidak berdiri sendiri atau lepas dari tujuan bisnis lainnya.
4.     Six sigma menciptakan agen perubahan (change agent) yg bukan bekerja di Quality Department. Ban hijau (Green Belt) adalah para operator yg bekerja pada proyek Six Sigma sambil mengerjakan tugasnya.
Ø  Faktor Penting Dalam Implementasi Six Sigma
1.     Dukungan dari top level six sigma menawarkan pencapaian yang terukur yang tidak akan mampu ditolak oleh pemimpin perusahaan, yang dikerjakan oleh seorang super star yg sangat tahu apa yg harus dilakukan di bidangnya (Black Belt, Project Champion, Executive Champion).
2.     Tim yang hebat Para Executive Champion, Deployment Champions, Project Champions, Master Black Belts, Black Belts, dan Green Belts adalah orang-orang yg terlatih dengan baik untuk mengerjakan proyek Six Sigma.
3.     Training yg berbeda dgn yg pernah ada anggota proyek Six Sigma adalah mereka yg pernah ditraining secara khusus dengan biaya antara $15,000-$25,000 per Black Belt, yg akan dibayar melalui saving yg didapat dari setiap proyek Six Sigma.
4.     Alat ukur yg baru, dengan menggunakan DPMO (Defects Per Million Opportunities) yang berhubungan erat dgn Critical to Quality (CTC) yg diukur berdasarkan persepsi customer, yg bisa dibandingkan antar departemen atau divisi dalam satu perusahaan.
5.     Tradisi perusahaan yg baru, yaitu mempromosikan usaha untuk melakukan peningkatan kualitas secara terus menerus.
Ø Prosesnya
Langkah pertama adalah pembuatan keputusan oleh manajemen senior untuk terlibat dalam upaya tersebut. Karena akan membutuhkan sumber daya yang penting untuk organisasi keputusan ini harus dibuat oleh eksekutif kepala dan laporan langsung nya. Kemudian diadakan seminar eksekutif, biasanya satu sampai dua hari, untuk tim eksekutif untuk mempelajari pendekatan dasar dan mendiskusikan peran pribadi mereka.] Salah satu peran penting adalah memilih "Champions", manajer senior yang akan mengawasi kerja aktual dari enam tim sigma. Perusahaan kemudian menyediakan kursus khusus untuk juara, biasanya tiga sampai lima hari yang panjang.
Selama kursus metode dasar Six Sigma yang diperkenalkan dan Champions mulai bekerja keras saat para pemimpin tim (sering disebut sabuk hitam) akan terlibat. Beberapa perusahaan menyebutnya sebagai 'tim perbaikan proses' dan ' spesialis perbaikan proses ' tapi singkatan ini kurang diperhatikan serta mulai ditinggalkan, kemudian muncul istilah dalam karate "sabuk hitam" dan menjadi lebih populer.
Sumber Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Six_Sigma

picture

picture

my pictures

my pictures