Nama
: Indri Wulandari
NPM
: 15114326
Kelas
: 2KA20
ITIL (Information Technology Infrastructure Library)
ITIL atau Information Technology Infrastructure
Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan
infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL
diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan
(TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office
of Government Commerce (OGC) Britania Raya. ITIL memberikan deskripsi detil
tentang beberapa praktik (TI) penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur
yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi (TI). Walaupun
dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada
pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling
dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service
Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support
(Dukungan Layanan).
·
Sejarah ITIL
Menurut
Addy (2007, pXXXVIII), Information Technology Infrastructure
Library (ITIL) pertama kali muncul pada akhir tahun 80an. Central
Computer and Telecommunication Agency (CCTA) yang merupakan bagian dari
departemen pemerintahan Inggris, dengan biaya IT sebesar 9 miliar pound,
mendapatkan tekanan besar untuk dapat mengurangi biaya tersebut secara
signifikan. CCTA memutuskan efisiensi besar merupakan salah satu cara potensial
untuk mengurangi biaya tersebut. Akhirnya mereka menciptakan sebuah linkungan
yang berfokus pada proses dan efisiensi untuk pengembangan sebuah kerangka
kerja yang saat ini dikenal sebagaiTechnology Infrastructure
Library (ITIL).
Pada tahun 90an banyak perusahaan besar dan
agen pemerintahan di Eropa mulai mengadopsi kerangka kerja ITIL ini sebagai
dasar dalam operasional IT. ITIL mulai menyebar secara luas dan dengan cepat
menjadi standar de factountuk manajemen layanan IT. Pada awalnya ITIL adalah serangkaian lebih dari 40
buku pedoman tentang pengelolaan layanan IT yang terdiri dari 26 modul.
Perpustakaan besar pertama ini juga dikenal sebagai ITIL 1.0. Antara 2000 dan
2004 disebabkan oleh peningkatan pelayanan yang berkesinambungan dan adaptasi
terhadap situasi saat ini dalam lingkungan (TI) modern ITIL 1.0 di rilis besar
dan digabungkan menjadi delapan inti manual: ITIL 2.0. Pada awal musim panas
2007 ITIL 3.0 diterbitkan. Ini didirikan struktur yang sama sekali baru. Ini
terdiri dari tiga bidang utama:
1.
ITIL Core Publikasi
2.
ITIL Pelengkap
Bimbingan
3.
ITIL Web Support
Services
·
Tujuan ITIL
Tujuan Information
Technology Infrastructure Library (ITIL) adalah untuk menyediakan petunjuk
untuk praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi informasi. Ini mencakup
pilihan yang dapat diapdopsi dan diadaptasi oleh organisasi berdasarkan
kebutuhan bisnisnya, keadaan, dan kedewasaan dari penyedia layanan.
·
Konsep ITIL
ITIL
(Information Technology Infrastructure Library) merupakan metodologi yang
memberikan panduan best practice bagi IT Service Management dalam
membantu menghubungkan IT dengan kebutuhan pelayanan bisnis dan juga
sebaliknya. ITIL memberikan pengaruh kepada manajemen termasuk di dalamnya
manajemen orang dan proses, efektifitas teknologi, serta efisiensi dan ekonomis
dalam memberikan pelayanan bisnis dengan service level yang telah
disetujui bersama (antara IT dengan bisnis).
IT berbasis
ITIL manajemen infrastruktur dapat menjadi
khusus kompleks untuk bisnis apapun, dan sering domain dari bisnis IT-centric
terbesar seperti Microsoft , Hewlett-Packard dan IBM , bersama dengan perusahaan besar
lainnya di ritel, keuangan, farmasi, hiburan dan manufaktur. ITIL adopsi
dan pemeliharaan biasanya membutuhkan terlatih dan bersertifikat ahli untuk
membimbing perusahaan dan staf TI. pembangunan berkelanjutan untuk ITIL telah dipegang
Axelos, sebuah perusahaan joint-venture yang diciptakan oleh Kantor Kabinet
Inggris dan Kapita PLC. Versi terbaru dari ITIL dirilis pada bulan Juli
2011 dan sering disebut ITIL 2011. Ini menjelaskan dan memperluas banyak proses
dari edisi sebelumnya 2007, sering disebut versi 3 atau ITIL v3.
Pada 30 Juni 2007, OGC (Office of Government Commerce)
menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian
dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh
teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:
1) Service Strategy
Inti dari ITIL Service Lifecycle adalah Service
Strategy. Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada
bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi
(dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga
sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk
prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti
yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle. Topik-topik yang
dibahas dalam tahapan lifecycle ini mencakup pembentukan pasar untuk menjual
layanan, tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun
eksternal, aset-aset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi
implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup
dalam Service Strategy, di samping topik-topik di atas adalah:
·
Service Portfolio
Management
·
Financial Management
·
Demand Management
Bagi organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan
ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan
tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta
untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana
perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI. Bagi
organisasi TI yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy
digunakan sebagai panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses
dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di
organisasinya, serta untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta
perangkat ITSM tersebut.
2) Service Design
Agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pihak
bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan
acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada
organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan
membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design
berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi
tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi
layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya. Ruang
lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru,
namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan,
kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan. Proses-proses yang dicakup
dalam Service Design yaitu:
a. Service Catalog Management
b. Service Level Management
c. Supplier Management
d. Capacity Management
e. Availability Management
f. IT Service Continuity Management
g. Information Security Management
h. Service Transition
3) Service Transition
Service transition menyediakan panduan kepada
organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain
layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang dirubah spesifikasinya ke
dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran
bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian
dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan
dalam Service Operation. Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition
yaitu:
a. Transition Planning and Support
b. Change Management
c. Service Asset & Configuration Management
d. Release & Deployment Management
e. Service Validation
f. Evaluation
g. Knowledge Management
4) Service Operation
Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang
mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di
dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara
efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan
dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga
kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala,
ruang lingkup serta target kinerja layanan TI. Proses-proses yang dicakup dalam
Service Transition yaitu:
a. Event Management
b. Incident Management
c. Problem Management
d. Request Fulfillment
e. Access Management
5) Continual Service Improvement
Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan
penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain,
transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode
dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau
yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle. Sebuah perusahaan yang
mengimplementasi ITIL secara nyata tentunya mendapat banyak sekali keuntungan,
misalnya, pelayanan IT menjadi lebih fokus kepada departemen lainnya di dalam
satu perusahaan, biaya lebih efisien dan dapat diatur dengan baik, serta
perubahan-perubahan IT yang dapat lebih mudah untuk diatur, dan masih banyak
keuntungan lainnya yang pada akhirnya akan berdampak pada income perusahaan itu
sendiri.
Framework ITIL dikembangkan sejak 1980-an oleh Office
of Government Commerce (Departemen Perdagangan) Inggris sebagai guidance bagi
organisasi/perusahaan di sana. Pertengahan 1990-an, ITIL diakui dunia menjadi
standar de facto di bidang service management. ITIL menyediakan sekumpulan best
practice yang lengkap dan konsisten untuk ITSM, serta mempromosikan pendekatan
kualitas untuk mencapai efektivitas dan efisiensi organisasi dalam penggunaan
sistem informasi. ITIL mencakup 8 aspek, yakni: dukungan layanan, delivery,
rencana pengembangan, manajemen infrastruktur TI, manajemen aplikasi,
perspektif bisnis, manajemen sekuriti, dan manajemen aset software.
Saat ini ITIL telah memiliki paket materi dan menyediakan kursus pelatihan, ujian dan sertifikasi. Sebagai sebuah framework, ITIL telah memasuki versi terbaru, yaitu ITIL V3 – Service Life Cycle.
Saat ini ITIL telah memiliki paket materi dan menyediakan kursus pelatihan, ujian dan sertifikasi. Sebagai sebuah framework, ITIL telah memasuki versi terbaru, yaitu ITIL V3 – Service Life Cycle.
Menurut Santosh Nair, Direktur Birlasoft, sebelumnya
Birlasoft menggunakan beragam perangkat help desk. Hanya saja, perangkat itu
fungsinya terbatas. Semisal, tidak cocok (compliant) dengan proses ITIL; fitur
IT Asset Management tidak tersedia sehingga sulit melacak aset; tidak ada fitur
untuk persetujuan proses; keterbatasan dalam hal Service Level Agreement
ataupun Change Management; tidak ada mesin alur kerja untuk mengotomasi proses;
hingga terbatasnya fungsi pelaporan dan notifikasi e-mail. “Semua itu
menyebabkan banyak kerja manual, informasi pengguna tidak terlacak secara
akurat, kesulitan untuk cocok dengan ITIL dan lisensi software. Akibatnya, ada
ketidakpuasan dari para pelanggan dan staf administrasi TI,” ungkap Nair.
Manfaat
ITIL dengan menyediakan pendekatan sistematis untuk manajemen layanan TI dan
ITIL dapat membantu sebuah perusahaan dalam cara :
·
Mengurangi biaya.
·
Peningkatan layanan
TI melalui penggunaan proses-proses praktek terbaik yang telah terbukti.
·
Meningkatkan kepuasan
pelanggan melalui pendekatan yang lebih profesional untuk pelayanan standar dan
pedoman.
·
Meningkatkan
produktivitas.
·
Meningkatkan penggunaan
keterampilan dan pengalaman.
·
Meningkatkan
penyampaian layanan pihak ketiga melalui spesifikasi ITIL atau ISO 20000
sebagai standar untuk pengiriman layanan pengadaan jasa.
https://mumtazgalery.wordpress.com/2013/12/11/apa-sih-it-infrastruktur-library-itil-itu/
http://www.google.co.id
http://www.ciosociety.com/?p=684
http://www.kulinet.com/baca/itil-sebagai-audit-kontrol-kualitas-pelayanan-it/1073/
id.wikipedia.org/wiki/ITIL
http://pengantarteknoliinformasi.blogspot.com/2011/06/pengertian-itil.html
http://www.ciosociety.com/?p=684
http://www.kulinet.com/baca/itil-sebagai-audit-kontrol-kualitas-pelayanan-it/1073/
id.wikipedia.org/wiki/ITIL
http://pengantarteknoliinformasi.blogspot.com/2011/06/pengertian-itil.html
http://satryaadipratama.blogspot.co.id/2010/08/technology-infrastructure-library-itil.html











