Nama : Indri Wulandari
Kelas : 2 KA20
NPM : 15114326
“ TOU 2 “
PERAN KOMUNIKASI DALAM
ORGANISASI
Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah
"suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi,
dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan
lingkungan dan orang lain" (Ruben Brent D dan Lea P Stewart, 2006).
Pengertian Organisasi
Organisasi adalah tempat
atau wadah bagi orang-orang untuk berkumpul, bekerjasama secara rasional dan
sistematis, terencana, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya
(uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain
sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan
organisasi. (Keith Davis, 1962).
Arti Penting Komunikasi
Komunikasi merupakan hal
yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari maupun dalam berorganisasi.
Kemampuan berkomunikasi yang baik merupakan syarat utama dalam berorganisasi
karena dengan komunikasi yang baik, kegiatan organisasi dapat berjalan dengan
baik, lancar dan sesuai tujuan organisasi tersebut.
1.Menimbulkan rasa
kesetiakawanan
2. Meningkatkan rasa
tanggng jawab
3. Meningkatkan saling
pengertian
4. Meningkatkan
kerjasama
5. Meningkatkan
kedisiplinan
Proses Komunikasi
Proses komunikasi adalah
bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat
menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya.
Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif
(sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi, banyak
melalui perkembangan.
Proses komunikasi dapat
terjadi apabila ada interaksi antar manusiadan ada penyampaian pesan untuk
mewujudkan motif komunikasi.
Tahapan proses komunikasi adalah sebagai
berikut :
1.
Penginterpretasian.
2.
Penyandian.
3.
Pengiriman.
4.
Perjalanan.
5.
Penerimaan.
6.
Penyandian balik.
7.
Penginterpretasian.
Komunikasi efektif
Komunikasi dikatakan
efektif bila orang berhasil menyampaikan apa yang dimaksudkannya. Sebenarnya,
ini hanya salah satu ukuran bagi efektivitas komunikasi. Secara umum,
komunikasi dinilai efektif bila rangsangan yang disampaikan dan yang
dimaksudkan oleh pengirim atau sumber, berkaitan erat dengan ragsangan yang
ditangkap dan dipahami oleh penerima (Stewart L Tubbs & Sylvia Moss, 2000).
Komunikasi sebenarnya
bukan hanya ilmu pengetahuan, tapi juga seni bergaul. Agar kita dapat
berkomunikasi efektif, kita dituntut tidak hanya memahami prosesnya, tapi juga
mampu menerapkan pengetahuan kita secara kreatif (Kincaid dan Schramm, 1977:2).
Komunikasi yang efektif adalah komunikasi dalam makna yang distimulasikan
serupa atau sama dengan yang dimaksudkan komunikator. Pendeknya, komunikasi
efektif adalah makna bersama (Verderber, 1978:7).
Kesimpulan
Dalam kenyataan masalah
komunikasi senantiasa muncul dalam proses pengorganisasian. Komunikasi
mempunyai andil membangun iklim organisasi, yang berdampak kepada membangun
iklim organisasi, yaitu berdampak kepada membangun budaya organisasi yaitu
nilai dan kepercayaan yang manjadi titik pusat organisasi. Budaya organisasi
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari lingkungan internal organisasi
karena keragaman budaya yang ada dalam suatu organisasi sama banyaknya dengan
jumlah individu yang ada dalam organisasi. Umumnya budaya organanisasi sangat
dipengaruhi oleh lingkungan eksternal organisasi. Suatu organisasi memerlukan
satu budaya yang merupakan kumpulan persepsi secara umum dari seluruh karyawan
sebagai anggota organisasi, yang akan dijadikan sebagai suatu system yang
menggabungkan beberapa pengertian yang secara eksplisit dianggap sebagai
definisi budaya organisasi. (Rahmi Yuliana, 2012).
Komunikasi organisasi
memegang peran penting untuk mendukung efektifitas operasional organisasi.
Aspek penting dari komunikasi organisasi adalah potensi dari komunikasi itu
sendiri sebagai alat (tool) yang dapat dirancang manajemen untuk pencapaian
tujuan organisasi. Pentingnya komunikasi juga dapat dilihat dari manfaat bagi
organisasi meliputi fungsi pengendalian (kontrol dan pengawasan), motivasi,
pengungkapan emosional dan penyediaan informasi untuk pengambilan keputusan
(Robbins, 2001:312).
Jadi, kesimpulan yang
dapat saya ambil mengenai peran komunikasi dalam organisasi adalah untuk
membuat organisasi berjalan dengan baik, diperlukan kepuasan kerja dan komitmen
para pegawai. Selain aspek kepemimpinan, untuk memperkuat kepuasan kerja dan
membangun komitmen pegawai, aspek komunikasi dalam organisasi juga merupakan
faktor yang penting. Komunikasi yang baik dan efektif dapat menciptakan iklim
organisasi yang mendukung bagi organisasi tersebut untuk mencapai tujuannya.
Daftar Pustaka :











